

Solo terkenal dengan banyaknya jajanan kuliner tradisional. Beberapa makanan khas Surakarta antara lain: nasi
liwet, nasi
timlo (racikan
soun,
jamur kuping,
wortel,
kacang kapri,
kembang gayam /
sosis jawa dan terakhir disiram kuah timlo), nasi
gudeg (lebih manis daripada gudeg Yogyakarta), nasi gudeg cakar (gudeg dengan
cakar ayam),
pecel ndesa (
bayam,
kacang panjang,
tauge dan
kenikir yang direbus dan ditambah sambel pecel yang terbuat dari wijen dan disantap dengan
nasi merah),
cabuk rambak (ketupat yang diiris tipis-tipis dan diberi bumbu di atas setiap potongan ketupatnya kemudian ditambah
karak sebagai pelengkap),
bestik Solo (bestik namun dengan kuah serupa dengan kuah semur, dan mengandung mustard jawa yang diolah sendiri),
selat Solo, bakso Solo,
srabi Solo,
intip,
tengkleng,
bakpia Balong,
roti mandarin toko kue Orion,
sate buntel (sate daging kambing yang dagingnya dicincang dan dibuat satu adonan besar lalu dimasak), sate
kere (bahannya bukan berasal dari daging namun dari
tempe gembus, yaitu
ampas tahu yang direbus)
[36]


Beberapa minuman khas Surakarta antara lain:
wedang asle yaitu minuman hangat dengan nasi ketan, wedang
dawet gempol pleret (
gempol terbuat dari sejenis tepung beras, sedangkan
pleret terbuat dari ketan dan gula merah), jamu
beras kencur, yaitu jamu kesehatan yang berbeda dari jamu yang lain karena rasanya yang manis, dll.
[37]
Sementara itu, koridor Gladag setiap malam diubah menjadi pusat jajanan
terbesar di Kota Solo dengan nama Galabo (Gladang Langen Bogan)
Post a Comment